<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://nisalaila.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://nisalaila.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Aug 2011 07:56:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='nisalaila.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://1.gravatar.com/blavatar/f269aebb17b50ed894a2fe38fec20512?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title></title>
		<link>http://nisalaila.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://nisalaila.wordpress.com/osd.xml" title="" />
	<atom:link rel='hub' href='http://nisalaila.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Hahaha&#8230;, astrologi oh astrologi&#8230;</title>
		<link>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/15/hahaha-astrologi-oh-astrologi/</link>
		<comments>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/15/hahaha-astrologi-oh-astrologi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 09:54:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisalaila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisalaila.wordpress.com/?p=67</guid>
		<description><![CDATA[Scorpio •Batu Kelahiran: Topaz. (apa hubungannya batu kelahiran dengan hidup saya?) •Yang Anda sukai: Novel misteri, makan malam ditengah cahaya lilin, dan mengetahui urusan orang lain. (lah, bener pisan euy, tapi lebih suka makan malam dibawah cahaya lampu aja, lebih terang dan aman, hahaha&#8230;) •Yang tidak Anda sukai: Orang yang menyaingi anda, mengungkap rahasia Anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=67&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Scorpio</strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong> </strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 214px"><img class=" " src="http://www.tqnyc.org/2006/NYC063368/scorpio20.jpg" alt="" width="204" height="204" /><p class="wp-caption-text">scorpio di langit</p></div>
<p>•Batu Kelahiran: Topaz. <em>(apa hubungannya batu kelahiran dengan hidup saya?)</em></p>
<p>•Yang Anda sukai: Novel misteri, makan malam ditengah cahaya lilin, dan mengetahui urusan orang lain. <em>(lah, bener pisan euy, tapi lebih suka makan malam dibawah cahaya lampu aja, lebih terang dan aman, hahaha&#8230;)</em></p>
<p>•Yang tidak Anda sukai: Orang yang menyaingi anda, mengungkap rahasia Anda terdalam, dan ditanyai pertanyaan yang memalukan. <em>(kalo kayak gini mah semua orang pasti ga suka&#8230;.)</em></p>
<p>•Kemampuan terbaik Anda: Mencari tahu apa yang mengganggu orang lain, mengangkat diri Anda sendiri ketika anda jatuh, dan menantang diri Anda sendiri untuk mencoba hal baru. <em>(Hohoho, &#8220;gue bangetsss&#8221;&#8230;)</em></p>
<p>•Diri Anda yang dalam: Anda menikmati menemukan rahasia dunia sekitar Anda dan Anda akan berusaha keras untuk mensukseskan hidup Anda. Anda ingin sekali mencapai puncak dan biasanya Anda berhasil. <em>(Aminnnn&#8230; ^^)</em></p>
<p><em><span id="more-67"></span><br />
</em></p>
<p>•Karir Anda: Keluarkanlah kepribadian ‘drama queen’ Anda dengan menjadi aktor, manajer hotel, PR atau pemilik restoran. <em>(Lah, aku kan Sarjana Teknik? Hahaha&#8230;)</em></p>
<p>•Busana: Dibawah pengaruh Pluto, planet transformasi, Anda suka mengubah citra diri anda sesering mungkin. Anda cenderung menyukai pakaian kasual yang nyaman, tetapi Anda lebih tertarik ke varietas yang ketat dan sedikit mulur daripada penampilan baggy. Citra Anda secara keseluruhan adalah smart, dan elegan, dan Anda cenderung pintar untuk membuat semua yang anda pakai nampak orisinil. <em>(Hihihi&#8230;,baju murah mah tetep keliatan mahal kalo saya yang make..hihihi&#8230;)</em></p>
<p>•Sebagai teman: Anda benar-benar hidup, teman yang menyenangkan yang menikmati percakapan mendalam dan gosip. Rekan Anda akan segera tahu bahwa membicarakan Anda di belakang anda adalah sangat terlarang. Anda berharap teman Anda untuk setia dan Anda akan mencambuk mereka dengan lidah anda jika mereka membuat Anda kecewa. <em>(That&#8217;s why..,jangan lakukan hal-hal itu walau saya lebih memilih untuk diam, &#8211;daripada kata-kata saya akan menggerogoti jiwa anda seumur hidup)</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>With Laugh,</em></p>
<p style="text-align:right;"><em>Hahaha&#8230;..</em></p>
<p style="text-align:right;">NISA ^^</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisalaila.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisalaila.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisalaila.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisalaila.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisalaila.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisalaila.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisalaila.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisalaila.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisalaila.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisalaila.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisalaila.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisalaila.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisalaila.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisalaila.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=67&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/15/hahaha-astrologi-oh-astrologi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f362fe2760befbdc8eae91c3dfd1ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisalaila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.tqnyc.org/2006/NYC063368/scorpio20.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jangan Panggil Saya “Ukhti”</title>
		<link>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/15/jangan-panggil-aku-%e2%80%9cukhti%e2%80%9d/</link>
		<comments>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/15/jangan-panggil-aku-%e2%80%9cukhti%e2%80%9d/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 03:04:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisalaila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisalaila.wordpress.com/?p=61</guid>
		<description><![CDATA[PROLOG Sungguh, jangan panggil saya “ukhti” atau memberi saya sebutan “akhwat”. Walau saya mengerti bahwa itu hanyalah kata bahasa arab biasa, yang berarti wanita atau pria. Tapi kini panggilan itu mengalami generalisasi makna menjadi aktivis dakwah. Ah, terlalu berat sebutan itu untuk saya sandang. Saya merasa masih terlalu hijau, merasa belum melakukan apa-apa, dan masih [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=61&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;">PROLOG</p>
<p>Sungguh, jangan panggil saya “ukhti” atau memberi saya sebutan “akhwat”. Walau saya mengerti bahwa itu hanyalah kata bahasa arab biasa, yang berarti wanita atau pria. Tapi kini panggilan itu mengalami generalisasi makna menjadi aktivis dakwah. Ah, terlalu berat sebutan itu untuk saya sandang. Saya merasa masih terlalu hijau, merasa belum melakukan apa-apa, dan masih banyak dosa.Belum terlalu pantas untuk dicontoh. Ah, dakwah. Kata yang begitu indah. Begitu luas. Begitu suci.</p>
<p>Bukankah dakwah tidak hanya dimaknai sebagai aktivitas pengajian, keputrian, dan hal-hal lain sejenis itu yang hanya melibatkan sekelompok /komunitas tertentu yang menganggap dirinya eksklusif dan paling benar?</p>
<p><em>Sebenarnya, akhwat atau pun ikhwan, hanyalah kata bahasa arab biasa. Yang berarti wanita atau pria. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Apakah justru kata-kata itulah yang membuat dakwah tidak berjalan dengan lancar?</em></p>
<p><em>Apakah justru, kata itulah yang telah mempersulit dakwah?</em></p>
<p><em>Apakah justru, kata itulah yang membuat dikotomi sesama umat Islam?</em></p>
<p><em>Apakah justru dengan kata-kata itu sudah terjadi pembedaan?</em></p>
<p><em>Apakah justru, akan mudah mengakibatkan perpecahan umat?</em></p>
<p><em><span id="more-61"></span><br />
</em></p>
<p>&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Saya lahir di keluarga dengan basic agama yang cukup kental. Abah, ayah saya, lahir dan menghabiskan masa kecilnya di lingkungan pesantren. Orangtua saya pun membesarkan saya dengan bekal agama yang tidak sedikit, walau saya bersekolah di sekolah umum. Saya tetap mengikuti TPA di dekat rumah, kajian-kajian Islam, hingga masuk ke dalam organisasi remaja masjid sejak SMP. Walaupun masa kecil saya bisa dibilang cukup tomboy dengan hobi basket dan main musik, tapi saya tidak melupakan kodrat saya. Saya berjilbab sejak berumur 13 tahun dan alhamdulillah konsisten hingga saat ini. Sejak berjilbab pun aktivitas saya justru makin luas, bahkan bisa ikut lomba tilawah, hadrah, samroh, dan pramuka. Organisasi sekolah seperti OSIS, teater, dan KIR juga saya ikuti.</p>
<p>Termasuk organisasi “para akhwat dan ikhwan”, yang sebenarnya orangtua saya tidak terlalu setuju saya mengikuti organisasi itu karena mengkhawatirkan saya mungkin akan menjadi “ekstrim”. Saya menceritakan bagian ini sebagai pendahuluan agar anda tidak menganggap saya mengarang cerita,  karena dulu saya benar-benar pernah masuk ke dalam komunitas-komunitas tersebut.</p>
<p>Hingga akhirnya saya menyadari suatu hal. Banyak hal. Bahkan kurang pantas untuk disebutkan disini. Saat itu saya merasa bahwa bukan visi-misi organisasinya yang salah, tapi hanya “oknum”nya yang kurang bisa menempatkan diri. Ya, karakter tiap orang memang beragam, tapi saya mengamati karakter dominan dari para akhwat dan ikhwan ini adalah : merasa paling benar dan paling tahu tentang urusan agama.</p>
<p>Ya, saya merasa ada atmosfer kesombongan di dalam diri mereka. Menyombongkan keimanan. Merasa bangga saat dipanggil “akhi” atau “ukhti”, bahkan membanding-bandingkan ilmu agamanya dengan orang-orang lain. Saya  ingat cerita seorang teman yang disebut “akhi”:</p>
<p>&#8212;-“Banyak akhwat yang aku kenal. Dulu saat aku masih senang dengan cara jahiliah, yaitu mengetes akhwat. Banyak akhwat yang sering aku telepon. Dan banyak juga, akhwat yang dengan nada santai tetapi benar-benar menghanyutkan. Bicaranya santun, tetapi topik pembicaraannya tidak pantas untuk dibicarakan oleh seorang akhwat apalagi kader dakwah. Ada lagi seorang akhwat yang tergesa-gesa menjelaskan sesuatu masalah, lebih-lebih lagi si akhwat memposisikan dirinya sebagai orang yang paling tahu dan paling beriman. Ada juga akhwat yang menjelaskan agama Islam, tetapi si akhwat menjelaskannya layaknya seorang marketing. Sungguh memang benar-benar lucu. Dan kadang pula menjengkelkan dengan para akhwat yang sok suci dan sok yang paling tahu itu.”&#8212;</p>
<p>Olala&#8230;. Miris mendengarnya, tapi ingin tertawa juga. Tidak menyangka pandangan para “akhi” itu masih begitu remehnya. Padahal mengakunya sebagai muslim sejati. Mengetes akhwat? Seorang muslim sejati tidak akan memposisikan dia sebagai orang yang paling pintar dan beriman, seorang muslim sejati tidak akan memberi sebuah penjelasan layaknya seorang marketing produk. Hihihi&#8230;, mengajak orang dengan “paksaan tak kentara” itu namanya. Padahal Islam adalah agama perbuatan, maka perbuatanlah yang akan mencontohkan muslim yang baik atau muslim yang buruk. Ya, perbuatan atau sikap, dan sikap adalah sesuatu yang tidak bisa ditutupi dengan kalimat-kalimat manis berkedok cerita-cerita religius. Cerita-cerita seperti itupun sudah bisa dihafal oleh adek-adek yang masih TK, tapi sikap dewasa dan bijak akan langsung terlihat tanpa perlu membahanakan kereligiusan seseorang kan?</p>
<p>Ah, saya mulai jengah berada dalam komunitas seperti itu. Kukira saya akan mendapatkan ketenangan batin dengan kegiatan-kegiatan keagamaan seperti itu. Tapi sepertinya saya tidak nyaman dengan sikap sok eksklusif dan merasa paling benar itu. Seolah-olah tidak terjamah dosa. Dan melihat orang diluar komunitasnya adalah orang-orang “kafir” yang perlu diluruskan.</p>
<p>Hai, bagaimana mungkin menilai muslim lain sebagai “orang tidak beriman” hanya karena rambut bercat merah? Atau merasa dirinya lebih beriman hanya karena jilbabnya lebih lebar? Atau merasa dirinya lebih beriman hanya karena celananya lebih pendek dan jenggotnya lebih panjang?</p>
<p>Yang saya pahami, manusia tidak sedikitpun berhak menilai kadar keimanan.</p>
<p>Bukankah kadar keimanan adalah RAHASIA yang hanya bisa dinilai oleh Allah? Manusia terlalu kecil dan bodoh untuk menilai kadar keimanan-keimanan orang lain. Bahkan merasa bangga dengan kadar keimanan yang dimilikinya.</p>
<p>Kejadian-kejadian itu tidak hanya saya  temui saat berada di sekolah menengah saja, bahkan di lingkungan kampus pun demikian. Saya tidak akan menyebutkan organisasi apa, dengan penampilan seperti apa,&#8230;tapi saya tidak menyukai sikap sok eksklusif itu.</p>
<p>Jangan panggil saya “ukhti” atau memberi sebutan “akhwat”. Bukan karena saya tidak senang dipanggil dengan bahasa arab atau sebutan yang mencerminkan keislaman. Sungguh, bukan seperti itu.</p>
<p>Saya hanya takut sombong.</p>
<p>Saya takut sombong.</p>
<p>Saya takut sombong.</p>
<p>Jadi untuk siapapun yang biasanya memanggil saya &#8220;ukhti&#8221;, mohon hentikan.</p>
<p>Sejak dulu, saya memegang wujud “kadar keimanan” dalam dua hal : hablum minallah dan hablum minannas. Keduanya jelas saling berkaitan dan saling mendukung. Tapi bentuk dukungannya jelas bukan dengan membawa-bawa hubungan dengan Tuhan dalam hubungan dengan sesama manusia sehari-hari, alias pamer ibadah, hehehe&#8230;, bahkan membicarakan pahala-pahalanya dengan orang lain. Semua orang yang mendengarkan justru akan menertawakan dalam hati. <em>Wallahu ‘alam</em>.</p>
<p>Jangan panggil saya “ukhti”, cukup dengan nama saja.  Bukankah nama Annisa’ sudah cukup menunjukkan kebanggaan saya dengan nama terindah yang diberikan oleh keluarga tercinta yang mengenalkan saya pada Islam sejak saya lahir? Ya, jangan panggil saya “ukhti”, kecuali kita sedang sama-sama berada di Arab, hehe&#8230;</p>
<p>Saya manusia biasa, sama seperti anda, sama seperti mereka. Saya mungkin tidak lebih beriman daripada anda, tapi saya akan berusaha menjadi manusia baik dan bermanfaat untuk Islam.</p>
<p>Saya mungkin tidak memiliki pengetahuan seluas anda, tapi saya akan berusaha dan belajar untuk bisa tahu banyak hal.</p>
<p>Saya tidak akan segan mengatakan pada anda,”saya mungkin salah, mohon koreksi”, “ajari saya”, ataupun “beritahu saya”, karena saya manusia biasa, sangat biasa, bukan komunitas eksklusif  manapun. Dan saya sepenuhnya menyerahkan penilaian keimanan saya kepada Allah, bukan kepada siapapun yang menilai kadar keimanan seseorang hanya dari penampilan luar.</p>
<p>Karena saya manusia biasa yang sama sekali tidak eksklusif,sama seperti anda, dan masih harus banyak belajar. Jadi panggil saya “Annisa”, cukup itu saja.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisalaila.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisalaila.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisalaila.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisalaila.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisalaila.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisalaila.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisalaila.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisalaila.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisalaila.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisalaila.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisalaila.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisalaila.wordpress.com/61/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisalaila.wordpress.com/61/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisalaila.wordpress.com/61/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=61&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/15/jangan-panggil-aku-%e2%80%9cukhti%e2%80%9d/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f362fe2760befbdc8eae91c3dfd1ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisalaila</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A critical analysis of the multi-planetary hypothesis for the origin of sexual dimorphism: &#8220;Men are from Mars, Women are from Venus&#8221;</title>
		<link>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/a-critical-analysis-of-the-multi-planetary-hypothesis-for-the-origin-of-sexual-dimorphism-men-are-from-mars-women-are-from-venus/</link>
		<comments>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/a-critical-analysis-of-the-multi-planetary-hypothesis-for-the-origin-of-sexual-dimorphism-men-are-from-mars-women-are-from-venus/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 17:37:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisalaila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[book]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisalaila.wordpress.com/?p=50</guid>
		<description><![CDATA[I found an article long time ago, hahaha,-in PDF format. I saved it in my &#8220;Freaky folfer&#8221; because the analysis is soooooo surprising! It was written by Lewis Dartnell and Christopher Booroff from University College London. I retyped it for you&#8230; Check it out! 1. Introduction John Gray wrote his seminal book, Men are from [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=50&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>I found an article long time ago, hahaha,-in PDF format. I saved it in my &#8220;Freaky folfer&#8221; because the analysis is soooooo surprising! It was written by Lewis Dartnell and Christopher Booroff from University College London. I retyped it for you&#8230; Check it out! <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><img class="  " src="http://www.mobileddl.com/files/image/Men-are-from-Mars-Women-are-from-Venus-by-John-Gray-PhD-2010-01-15.jpg" alt="" width="250" height="333" /><p class="wp-caption-text">IT book! Hahaha...</p></div>
<div id="_mcePaste">
<div id="_mcePaste" style="text-align:center;"><span id="more-50"></span></div>
<div style="text-align:center;"><strong>1. Introduction</strong></div>
<div id="_mcePaste">John Gray wrote his seminal book, Men are from Mars, Women are from Venus, in 1996. And ever since people have been rushing out in droves to buy it, presumably in the belief that understanding the motivations and planetary origins of their other half will lead them to a more fulfilling and ultimately successful relationship. It must have something to do with that old mainstay of self-help books: the irresistible blend of evolutionary psychology pseudo-science and touchy-feely emotional deconstruction mumbo jumbo. In addition to the original publication, Gray has since released an unbelievable six further follow-up titles. One can only assume that Gray’s prolific writing reflects his altruistic drive to help those in romantic and emotional need, with the money made from selling a series of largely derivative books a</div>
<div id="_mcePaste">happy coincidence.</div>
<div>.</div>
<div>The main supposition of Gray’s treatise is that men and women have fundamentally different psyches, which determines the manner with which they communicate, interact with others, and respond to various situations. The key to a successful (presumably heterosexual) relationship is for both parties to appreciate these differences and attempt to accommodate them. Having read only the title, we take it that Gray’s main assumption is that the two sexes of our species in fact followed largely independent evolutionary paths on Earth’s planetary neighbours, Mars and Venus, before migrating to their current terrestrial territory and coming into mutual contact for the first time.</div>
<div>The theory has come to be known (well, by us at any rate) as the multi-planetary hypothesis for the origin of sexual dimorphism. This resettlement was very recent on an evolutionary timescale, so that neither males nor females have had sufficient time to readapt to the new conditions, and so retain many behavioural and morphological phenotypic traits that were adaptations to the original environments of their ancestral homes. Crazy if you ask us. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
</div>
<div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</div>
<div style="text-align:center;"><strong>2. Method</strong></div>
<div style="text-align:center;"><strong><br />
</strong></div>
<div>The essence of the scientific method is not simply to dismiss a theory one does not personally subscribe to, but to test objectively its predictions in an attempt to either falsify or corroborate it. For this reason the authors have critically analysed the claim that each gender’s ancestral home predetermines attributes of their personality. That, and the fact that the Spring season is cheerfully upon us once again; it isn’t all about humping like rabbits and doing as the birds and the bees do, it’s also about understanding what makes your partner tick. After all, the more you understand, the easier it is to exploit. Who said romance was dead?</div>
</div>
<div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</div>
<div style="text-align:center;"><strong>3. Results</strong></div>
<div><strong>3.1 Astronomical Symbol</strong></div>
<div><img class="alignleft" src="http://www.dreamstime.com/male-female-sex-icon-thumb7167112.jpg" alt="" width="180" height="148" /></p>
<div>Shown here with Mars to the left and Venus to the right. No surprises here then. The traditional representational symbols for Mars and Venus are Male and Female, respectively. The Greek anthropomorphic names for the planets also seem pretty appropriate. The god of War, and the goddess of Love and Beauty; seems to fit the personalities in our families close enough anyway.</div>
</div>
</div>
<div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div></div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</div>
<div><strong>3.2 Apparent magnitude (geek speak for brightness)</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Mars: -2.8, Venus: -4.4. Trust astronomers to find a way to make brightness a complicated term. The bottom line here is that women are seemingly 32 times brighter than men. But the less said about that the better we feel. Although, the fact that Venus is the brightest planet in the heavens and is visible as both the evening and morning star meant that for millennia it was believed to be two separate bodies. Hinting at the possibility of Venus being behind the bipolar nature of women’s mood swings?</div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</div>
<div><strong>3.3 Orbital distance (Earth=1.0 Astronomical Unit)</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:Twgij0OV9jTZJM::www.myninjaplease.com/green/http://green.myninjaplease.com/wp-content/uploads/2007/09/mars-earth-venus.jpg&amp;t=1&amp;h=184&amp;w=275&amp;usg=__qxshsCZhQYz5rSJYtOVCd0_OGTw=" alt="" width="275" height="184" /></div>
<div>Mars: 1.52 AU, Venus: 0.72 AU. Every good GCSE student knows that Venus is the second planet out from the Sun, with Mars orbiting beyond Earth. Venus is positioned within Earth’s orbit, which explains why it shows phases (in the same way the Moon waxes and wanes) whereas Mars is always fully illuminated from our viewpoint. This inside orbit means that, to use the correct terminology, Venus is an inferior planet. But it’s probably safest to keep schtum about any sexual inequalities this might indicate. Also, Venus always going through different phases… Nope, don’t think there’s any comparison to be made with women there either.</div>
<div style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:hSkRreuPRgE4CM::www.eso.org/public/outreach/eduoff/vt-2004/Background/Infol2/vt2004-if11-fig2.jpg&amp;t=1&amp;h=194&amp;w=261&amp;usg=__uwI2TqMO2RRaHtl6zSQ6Tu-_63c=" alt="" width="261" height="194" /></div>
<div></div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</div>
<div><strong>3.4 Eccentricity of orbit</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Venus: 0.0068, Mars: 0.0934. Eccentricity is a measure of how close to a perfect circle the planet’s orbit actually is. Venus’s orbit is the most circular of all the planets. A psychoanalyst might point towards a resonance with the feminine traits of attention to detail and neatness. If you’re going to do something, you might as well do it properly, hadn’t you? Like orbit in a proper damn circle. Whereas Mars is a bit more badboy rebel, defying the Sun with a much more elliptical path. This eccentricity results in wild temperature swings, explaining in a single stroke men’s infuriating habit of always blowing hot and cold at you.</div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</div>
<div><strong>3.5 Inclination of axis to orbit</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Mars: 25°, Venus: 3°. This means that Venus is like a well-balanced spinning top pointing almost directly upwards, whereas Mars tilts at a vicious angle. Venus’ lack of inclination may hint at some deep evolutionary psychological explanation behind the characteristic female indecisiveness and complete lethargy on a Sunday morning. Venus also refuses to conform with anyone else in the solar system and spins in the opposite direction, just to be difficult.</div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</div>
</div>
<div>
<div><strong>3.6 Atmosphere</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>Venus: 90 bar CO2, Mars: 7 mbar CO2. Not only is Venus under immense pressure (over 10,000 times more than the stress-free Mars), but it rains concentrated sulphuric acid and the surface boils with a furnace-like heat. Don’t mess with a temper like that, lads. These scorching conditions were apparently created by a run-away Greenhouse effect, which could explain why women start on something and don’t let it drop until everyone’s hot under the collar? Bloody typical. On the flip side, Mars is positively vacuous in comparison, and also freezing. So not unlike a bloke’s response to being rebuked and coldshouldering  in a refusal to behave maturely, then.</div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</div>
<div><strong>3.7 Methane abundance</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>The levels of methane gas in the Martian atmosphere are far from chemical equilibrium. This is significant because it is regarded as a key indication that life remains on Mars today, long since men migrated away. However, a more significant implication of this could be evidence to suggest that men do indeed suffer from flatulence to a greater extent than women. A crude observation perhaps, but it does at least exonerate men from the guilt of occasionally unleashing a silent dose under the duvet. “Sorry pet, it’s only my Martian roots expressing itself”. Try it. At the very least you’ll get a priceless glare for your troubles.</div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</div>
<div><strong>3.8 Orbital periods</strong></div>
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>The orbital period of Mars is 687 days compared to 225 days for Venus. This indicates that one year on Venus is a much shorter period of time than on Mars. Consequently, Venusians have many more birthdays than their Martian counterparts. In order to compensate, women may often translate their age into Martian years for us, and helpfully round down by a few. However, this is a highly contentious topic and one which any man worth his Martian-salt should stay well clear of. Though it is, of course, equally possible that this demonstrates why women do indeed grow-up faster than men, who remain immature well into their 20s, 30s, 40s… and still try to find scientific justifications for their socially unacceptable flatulence. Ho hum.</div>
</div>
<div style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.</div>
<div>
<div>Hmmm&#8230;.  The predictions made from the multi-planetary hypothesis do seem to bear a faithful representation of the observed reality. Perhaps there is a deeper truth behind this book. It has been used for years as a tool against the unsuspecting man by his more informed better half. But on the evidence of this report it would seem that the book is not so damning of the male species as we have assumed. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
</div>
<div style="text-align:right;">Regards,</div>
<div style="text-align:right;">NISA</div>
<div style="text-align:right;"> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisalaila.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisalaila.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisalaila.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisalaila.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisalaila.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisalaila.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisalaila.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisalaila.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisalaila.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisalaila.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisalaila.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisalaila.wordpress.com/50/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisalaila.wordpress.com/50/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisalaila.wordpress.com/50/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=50&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/a-critical-analysis-of-the-multi-planetary-hypothesis-for-the-origin-of-sexual-dimorphism-men-are-from-mars-women-are-from-venus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f362fe2760befbdc8eae91c3dfd1ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisalaila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.mobileddl.com/files/image/Men-are-from-Mars-Women-are-from-Venus-by-John-Gray-PhD-2010-01-15.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.dreamstime.com/male-female-sex-icon-thumb7167112.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:Twgij0OV9jTZJM::www.myninjaplease.com/green/http://green.myninjaplease.com/wp-content/uploads/2007/09/mars-earth-venus.jpg&#38;t=1&#38;h=184&#38;w=275&#38;usg=__qxshsCZhQYz5rSJYtOVCd0_OGTw=" medium="image" />

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:hSkRreuPRgE4CM::www.eso.org/public/outreach/eduoff/vt-2004/Background/Infol2/vt2004-if11-fig2.jpg&#38;t=1&#38;h=194&#38;w=261&#38;usg=__uwI2TqMO2RRaHtl6zSQ6Tu-_63c=" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Utak-atik Lumpur Lapindo dari Aspek Fisika (1)</title>
		<link>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/utak-atik-lumpur-lapindo-dari-aspek-fisika-1/</link>
		<comments>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/utak-atik-lumpur-lapindo-dari-aspek-fisika-1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 11:53:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisalaila</dc:creator>
				<category><![CDATA[water-enviro disaster]]></category>
		<category><![CDATA[disaster]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisalaila.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini saya buat berdasarkan tugas Fisika Dasar semester 1 sekitar tiga tahun yang lalu. Dosen saya menyuruh saya menganalisa kasus lumpur Lapindo berdasarkan aspek Fisika sebagai hukuman bagi saya karena tidak mengikuti Quiz pertama. Otak saya terbelalak (bukan hanya mata), berhubung saat itu kasus Lapindo-Hot Mud Flow masih relatif baru dan saya pun belum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=46&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel ini saya buat berdasarkan tugas Fisika Dasar semester 1 sekitar tiga tahun yang lalu. Dosen saya menyuruh saya menganalisa kasus lumpur Lapindo berdasarkan aspek Fisika sebagai hukuman bagi saya karena tidak mengikuti Quiz pertama. <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Otak saya terbelalak (bukan hanya mata), berhubung saat itu kasus Lapindo-Hot Mud Flow masih relatif baru dan saya pun belum pernah melihatnya langsung. Dengan sedikit sebal atas hukuman yang tidak sebanding dengan quiz (bayangkan, quiz hanya 2 jam sementara mengerjakan makalah ini bisa mencapai berhari-hari), akhirnya saya berusaha mencari-cari hukum-hukum fisika yang berhubungan dengan LApindo-Hot Mud Flow,&#8230;dan taraaaaaaaaaaaaaaaa&#8230;jadilah makalah itu setebal 96 halaman.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 435px"><img src="http://hotmudflow.files.wordpress.com/2006/07/lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg?w=425&#038;h=283" alt="" width="425" height="283" /><p class="wp-caption-text">Lumpur itu...</p></div>
<p><span id="more-46"></span></p>
<p>Sampai sekarang kalangan ahli sendiri masih berbeda pendapat tentang penyebab pasti dari semburan lumpur Sidoarjo.Ada beberapa analisa secara teknis yang mencoba menjelaskan:</p>
<p style="text-align:center;"><strong>“ MENGAPA LUMPUR PANAS MENYEMBUR?”</strong></p>
<p><span style="text-decoration:underline;">ANALISA PERTAMA: AKIBAT PECAHNYA FORMASI SUMUR PENGEBORAN</span></p>
<p>Sebagian ahli meyakini, semburan lumpur terjadi akibat aktivitas pemboran <em>(drilling activity)</em> di Sumur Banjarpanji-1 garapan PT Lapindo Brantas Inc. Lapindo Brantas melakukan pengeboran sumur Banjar Panji-1 pada awal Maret 2006 dengan menggunakan perusahaan kontraktor pengeboran PT Medici Citra Nusantara. Kontrak itu diperoleh Medici atas nama Alton International Indonesia, Januari 2006, setelah menang tender pengeboran dari Lapindo senilai US$ 24 juta.</p>
<p>Sesuai dengan desain awalnya, Lapindo harus sudah memasang <em>casing</em> 30 inchi pada kedalaman 150 kaki, <em>casing</em> 20 inchi pada 1195 kaki, <em>casing (liner)</em> 16 inchi pada 2385 kaki dan <em>casing</em> 13-3/8 inchi pada 3580 kaki.Ketika Lapindo mengebor lapisan bumi dari kedalaman 3580 kaki sampai ke 9297 kaki, mereka belum memasang <em>casing</em> 9-5/8 inci. Akhirnya, sumur menembus satu zona bertekanan tinggi yang menyebabkan <em>kick</em>, yaitu masuknya fluida formasi tersebut ke dalam sumur. Sesuai dengan prosedur standar, operasi pemboran dihentikan, perangkap <em>Blow Out Preventer (BOP)</em> di rig segera ditutup &amp; segera dipompakan lumpur pemboran berdensitas berat ke dalam sumur dengan tujuan mematikan <em>kick</em>. Namun, dari informasi di lapangan, BOP telah pecah sebelum terjadi semburan lumpur. Jika hal itu benar maka telah terjadi kesalahan teknis dalam pengeboran yang berarti pula telah terjadi kesalahan pada prosedur operasional standar.</p>
<p><span style="text-decoration:underline;">ANALISA KEDUA: AKIBAT GEMPA TEKTONIK YOGYAKARTA</span></p>
<p>Sebagian ahli lainnya ada pula yang berpendapat, semburan lumpur itu mempunyai korelasi dengan gempa tektonik yang terjadi dua hari sebelumnya di Yogyakarta pada 27 Mei 2006. Saat tragedi,Lapindo memang bersembunyi di balik gempa tektonik Yogyakarta yang terjadi pada hari yang sama. Hal ini didukung pendapat yang menyatakan bahwa pemicu semburan lumpur (<em>liquefaction</em>) adalah gempa (<em>sudden cyclic shock</em>) Yogya yang mengakibatkan kerusakan sedimen.Namun, hal itu dibantah oleh para ahli, bahwa gempa di Yogyakarta yang terjadi karena pergeseran Sesar Opak tidak berhubungan dengan Surabaya.Argumen <em>liquefaction </em>lemah<em> </em>karena biasanya terjadi pada lapisan dangkal, yakni pada sedimen yang ada pasir-lempung, bukan pada kedalaman 2.000-6.000 kaki.Lagipula, dengan merujuk gempa di California (1989) yang berkekuatan 6.9 Mw, dengan radius terjauh likuifaksi terjadi pada jarak 110 km dari episenter gempa, maka karena gempa Yogya lebih kecil yaitu 6.3 Mw seharusnya radius terjauh likuifaksi kurang dari 110 Km.</p>
<p><strong>Analisis lain&#8230;</strong></p>
<p>Sejumlah analisis lain,mengaitkan semburan lumpur panas ini dengan fenomena panas bumi atau geotermal, dan tidak sedikit pula analisis yang menunjuk penyebab semburan lumpur tersebut dengan pergerakan gunung lumpur <em>(mud volcano)</em> ke permukaan melalui rekahan yang ditimbulkan oleh gempa tektonik sebelumnya.Merujuk data-data geologi menunjukkan semburan lumpur diyakini terkait fenomena gunung lumpur <em>(mud volcano)</em>.</p>
<p>Tapi disini bukan itu yang akan kita bahas, terlalu luas, hehehe&#8230;</p>
<p>Berikut adalah beberapa analisa awal tentang Lapindo-Hot Mud Flow dari segi Fisika, berhubung analisanya sangat panjaaaaaaaang dan mencangkup berbagai hitungan-hitungan rumit yang bisa membuat blog saya makin rumit, maka disini kita bahas yang umum saja ya&#8230; (tidak termasuk detail dan perhitungan) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p style="text-align:center;"><strong>1.) </strong><strong>VOLUME LUMPUR</strong></p>
<p>Ketika semburan lumpur terjadi pertama kali di sekitar Sumur Banjar Panji 1 (BJP-1), volume lumpur yang dihasilkan masih pada tingkat 5,000 meter kubik per hari. Lubang semburan terjadi di beberapa tempat, sebelum akhirnya menjadi satu lubang yang dari waktu ke waktu menyemburkan lumpur panas dengan volume yang terus membesar hingga mencapai 50.000 m3 per hari.<strong> </strong></p>
<p>Permasalahan penanganan lumpur panas ini menjadi jauh lebih berat akibat semakin membesarnya volume lumpur panas yang disemburkan, dari antara 40,000 m³ sampai 50,000 m³ menjadi 126,000 m³ per hari, sehingga yang akan dibuang tidak hanya air dari lumpur tersebut, akan tetapi keseluruhan lumpur panas yang menyembur di sekitar sumur Banjar Panji 1.</p>
<p>Ditinjau dari volume Lumpur yang keluar setiap harinya,berapa lama lagi semburan Lumpur ini akan berlangsung?</p>
<ul>
<li>Berdasarkan data seismic dan gravitasi,volume Lumpur yang berpotensi menyembur ke permukaan mencapai 1,155 milyar meter kubik.</li>
<li>Debit yang keluar tiap harinya berkisar antara 50-120 ribu meter kubik per hari.</li>
</ul>
<p>Jika diasumsikan debit rata-ratanya 100 ribu meter kubik per hari,maka Lumpur akan menyembur selama=</p>
<p style="text-align:center;">1.155.000.000 / 100.000        = 11.550 hari = 31,64 tahun!!!</p>
<p style="text-align:center;">Lalu berapa debit dari semburan Lumpur itu tiap detik?</p>
<p style="text-align:center;">1 hari= 86.400 detik</p>
<p style="text-align:center;">debit Q (m³ / s )          = 100.000 m³ / 86.400 s = 1,158 m³/s</p>
<p>Keyakinan tentang kecilnya kemungkinan metode <em>(relief well)</em> bisa diterapkan untuk menghentikan semburan, juga didasarkan pada data volume lumpur.</p>
<p>Dengan volume Lumpur yang begitu besar,dan tanpa penanganan yang tepat,bisa jadi Sidoarjo dan sekitarnya akan tenggelam lho…</p>
<p style="text-align:center;"><strong>2.) </strong><strong>GAYA</strong> <strong>DAN</strong> <strong>TEKANAN</strong> <strong>HIDROSTATIK</strong> <strong>LUMPUR</strong></p>
<p>Sebagai fluida,umpur panas tersebut memiliki gaya dan tekanan ke segala arah.Maksudnya,gaya terhadap sembarang bidang di dalam fluida yang menderita tekanan adalah normal terhadap bidang itu,bagaimanapun arah bidang itu.</p>
<ul>
<li>Berdasar rumus   &#8212;&#8212; Fh        =<em> ρ</em>. g .V</li>
</ul>
<p style="text-align:center;">Ph        = Fh / A =(<em> ρ</em>. g .V)/ A =<em> ρ</em>. g . h</p>
<p>Dengan data volume V yang begitu besar,sementara luas penampang A tetap,maka gaya hidrostatik Fh dan tekanan hidrostatik Ph juga semakin besar.Sehingga semakin mustahil semburan Lumpur itu dihentikan dengan relief well atau tanggul.</p>
<p>Pada awalnya,ketinggian semburan Lumpur berada pada tanggul (1). Semakin hari volume dan ketinggian Lumpur semakin bertambah.Tanggul (1) tidak kuat lagi menahan semburan Lumpur tersebut.Walaupun tanggul dibuat sekuat apapun,Lumpur akan tetap meluber dan mulai menggenangi daerah stadia (2).Begitu seterusnya,hingga sampai suatu saat tekanan formasi tidak kuat lagi mengangkat fluida sampai ke permukaan,atau…sampai fluidanya habis.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>3.) </strong><strong>VISKOSITAS  FLUIDA DAN TEMPERATUR LUMPUR</strong></p>
<p>Viskositas dapat dianggap sebagai gesekan di bagian dalam suatu fluida.Lumpur Lapindo ini mengandung berbagai macam unsur,dan temperaturnya cukup tinggi,sekitar 120 derajat Celcius.Sementara,viskositas semua fluida sangat dipengaruhi oleh temperatur.Jika temperature naik,viskositas cairan berkurang.</p>
<p>Kecepatan aliran volume (volume rate of flow) berbanding terbalik dengan viskositas.Berkurangnya viskositas cairan akibat temperature,semakin menambah kecepatan aliran fluida Lumpur tersebut.</p>
<p>Semburan Lumpur yang mengalir dengan begitu cepat,semakin mempersulit penanganan,karena kecepatan aliran berbanding lurus dengan volume.Volume Lumpur akan semakin meningkat dari hari ke hari,dan semakin luas permukaan yang tertimbun Lumpur.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>4.) </strong><strong>HIDRODINAMIKA: HUKUM POISEUILLE</strong></p>
<p>Bagaimana bila semburan Lumpur Lapindo tersebut dialirkan lewat pipa?</p>
<p style="text-align:center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><img src="http://www.kabarindonesia.com/gbrberita/20071225155800.jpg" alt="" width="400" height="300" /><p class="wp-caption-text">lewat pipa...?</p></div>
<p>Mengingat sifat umum efek kekentalan,jelas bahwa kecepatan fluida kental seperti Lumpur yang mengalir melalui pipa tidak sama di seluruh penampang lintangnya. Lapisan paling luar fluida melekat pada dinding pipa dan kecepatannya nol. Dinding pipa “menahan” gerak lapisan luar tersebut dan lapisan ini  menahan pula lapisan berikutnya,dan begitu seterusnya.Asal kecepatannya tidak terlalu besar,aliran akan laminar,dengan kecepatan paling besar di tengah pipa,lalu berangsur kecil sampai menjadi nol pada dinding  pipa.Aliran fluidanya dapat diibaratkan pipa-pipa teleskop yang meluncur relatif satu sama lain,pipa paling tengah bergerak maju paling cepat dan pipa yang paling luar tetap diam.</p>
<p>Volum yang mengalir melewati seluruh penampang lintang diperoleh dengan mengintegrasikan seluruh unsur antara r=0 dan r=R.Dengan membagi dengan d/t,umtuk cepat aliran volume kita peroleh:</p>
<p style="text-align:center;">Q= (¶ / 8 ) (R<sup>4 </sup>/ η ) (p1-p2)/L</p>
<p>Kecepatan aliran volume berbanding terbalik dengan viskositas,dan berbanding terbalik dengan radius pipa pangkat empat,sehingga bila radius hanya setengahnya,maka kecepatan aliran volume berkurang.Perbandingan (p1-p2)/ L ialah gradien tekanan di sepanjang pipa.Aliran berbanding lurus dengan gradient tekanan.,dan terlihat bahwa untuk fluida kental terdapat penurunan tekanan.Jika penampang lintang itu tidak sama dari titik ke titik dan jika pipa tidak horizontal,jelas akan ada tambahan perbedaan tekanan akibat percepatan fluida atau akibat efek gravitasi.</p>
<p>Oleh karena itu,dalam membuat pipa untuk pengaliran fluida Lumpur,harus memperhatikan unsure-unsur diatas agar terhindar dari macetnya pipa,mengingat Lumpur Lapindo itu adalah fluida kental.</p>
<p style="text-align:center;"><strong>5.) </strong><strong>HIDROSTATIKA : GAYA RESULTAN HORIZONTAL TERHADAP BENDUNGAN</strong></p>
<p>Tinggi lumpur di tanggul ialah H.Lumpur tersebut mengerjakan suatu gaya resultan horizontal terhadap tanggul, yang membuat bendungan ini cenderung meluncur pada pondamennya,dan juga mengerjakan suatu momen yang berusaha mengungkit tubuh tanggul terhadap titik O.</p>
<p style="text-align:center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 590px"><img src="http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/DSC00652A_0.jpg" alt="" width="580" height="386" /><p class="wp-caption-text">Gambar Tanggul Lumpur (sumber : kompas)</p></div>
<p>Garis kerja gaya resultan horizontal itu itu berada di 1/3 dari dalamnya Lumpur terhitung dari O ,atau 2/3 dalamnya Lumpur dihitung dari permukaannya.Dengan demikian dapat membantu menentukan seberapa kuat tanggul yang harus dibuat untuk menahan semburan lumpur itu.</p>
<p style="text-align:right;">bersambung ke artikel berikutnya&#8230; ^^</p>
<p style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
<p>Untuk mengurangi meruncingnya kubu pro-kontra pembuangan lumpur memerlukan lebih banyak lagi alternatif-alternatif usaha untuk penanganan material yang sudah berada dipermukaan. Sehingga, tidak hanya berkonsentrasi pada penanggulangan banjir lumpur ini yg diusahakan oleh tim bawah permukaan. Karena hasilnya masih belum bisa diharapkan tingkat kesuksesannya&#8230;</p>
<p>Wacana membuang lumpur merupakan sebuah tindakan mudah untuk segera keluar dari problem di daerah bencana. Namun membuang ke tempat lain merupakan salah satu langkah ‘penyebaran’ permasalahan ditempat pembuangan. Aktivis lingkungan hidup juga mengecam penanganan kasus banjir lumpur ini.</p>
<p style="text-align:right;">REgards,</p>
<p style="text-align:right;">NISA</p>
<p style="text-align:right;"><img class="alignright" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs430.ash1/23813_1380409916182_1409967914_31025238_5129877_n.jpg" alt="" width="323" height="432" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisalaila.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisalaila.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisalaila.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisalaila.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisalaila.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisalaila.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisalaila.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisalaila.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisalaila.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisalaila.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisalaila.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisalaila.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisalaila.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisalaila.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=46&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/utak-atik-lumpur-lapindo-dari-aspek-fisika-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f362fe2760befbdc8eae91c3dfd1ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisalaila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hotmudflow.files.wordpress.com/2006/07/lapindo_kantorpertamina_tenggelam.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.kabarindonesia.com/gbrberita/20071225155800.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://kfk.kompas.com/system/files/imagecache/sfk_preview_600x600/DSC00652A_0.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs430.ash1/23813_1380409916182_1409967914_31025238_5129877_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Pertimbangan Ekologi dan Sosial dalam Perencanaan Bendungan</title>
		<link>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/perencanaanbendungan1/</link>
		<comments>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/perencanaanbendungan1/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 10:51:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisalaila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hydraulic Structures]]></category>
		<category><![CDATA[dam]]></category>
		<category><![CDATA[social]]></category>
		<category><![CDATA[water]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisalaila.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Ini  adalah sedikit resume dan komentar terhadap buku yang saya baca, berjudul The Social and Environmental Effects of Large Dams yang ditulis oleh Edward Goldsmith &#38; Nicholas Hildyard, mengenai dampak dari perencanaan pembangunan bendungan yang ternyata sangat perlu untuk dikaji ulang, terutama mengenai ekologi dan sosial masyarakat. Hal ini menurut saya sangat penting dibahas sebelum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=35&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini  adalah sedikit resume dan komentar terhadap buku yang saya baca, berjudul <strong>The Social and Environmental Effects of Large Dams <span style="font-weight:normal;">y</span></strong>ang ditulis oleh<strong> <strong>Edward Goldsmith &amp; Nicholas Hildyard</strong></strong>, mengenai dampak dari perencanaan pembangunan bendungan yang ternyata sangat perlu untuk dikaji ulang, terutama mengenai ekologi dan sosial masyarakat.</p>
<p>Hal ini menurut saya sangat penting dibahas sebelum kita merencanakan bendungan, karena bendungan yang kita rencanakan adalah untuk meningkatkan kualitas kehidupan manusia, bukan menurunkannya. Kita harus ingat bahwa, masyarakat yang paling menderita dari bendungan besar adalah petani di pede­saan dan masyarakat atau suku lokal. Jutaan manusia telah digusur dari rumah mereka untuk pembangunan bendungan dan waduk. Jutaan lagi yang bertempat tinggal di hilir sungai telah kehilangan sumber dan tradisi keberlangsungan hidup mereka.</p>
<p>Untuk menambah keadaan buruk ini, masyarakat yang dipengaruhi oleh ke­hadiran bendungan jarang diikutsertakan dalam keputusan dibangun atau tidaknya se­buah bendungan. Mereka biasanya tidak mengetahui haknya atas informasi dan dengar pendapat umum, untuk menuntut tanah dan keberlangsungan hidup baru, dan bahkan untuk menentang bendungan. Mereka biasanya tidak menerima keuntungan listrik dan air meskipun mereka bertempat tinggal di area bendungan.</p>
<p>Maka dari itu, jika kita masih belum menemukan solusi atas pertimbangan ekologi dan sosial tersebut, lebih baik kita tidak usah terburu-buru dalam mengambil keputusan penting: <em>merencanakan pembangunan bendungan</em>.”&#8212;-</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 242px"><img src="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:eHaFmY67z3a9IM::news.cnet.com/i/ne/p/2007/dam_china001_550x516.jpg&amp;t=1&amp;h=218&amp;w=232&amp;usg=__rYSq6ZQYyItXGlZDYe18j6SeiP0=" alt="" width="232" height="218" /><p class="wp-caption-text">bendungan raksasa</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p><!--read more--></p>
<p><span id="more-35"></span></p>
<p>Survei dan investigasi bendungan sebenarnya telah memasukkan pertimbangan ekologi dalam perencanaan bendungan. Pembangunan bendungan besar memerlukan daerah yang sangat luas terutama dareah genangan waduknya, oleh karena itu harus membebaskan tanah dan memindahkan penduduk. Demikian pula selama pembangunan akan terjadi perubahan keadaan dari semula yang tenang menjadi daerah daerah yang diramaikan dengan suara gemurhnya alat-alat berat, hilir mudiknya kendaraan dan pekerja dan bahkan ledakan-ledakan dari bahan peledak dan lain-lain.</p>
<p>Untuk mengatatasi timbulnya dampak negatif sebagai akibat pembangunan haruslah diadakan penelitian keadaan lingkungan terlebih dahulu, sehingga dapat dicegah hal-hal yang tidak diinginkan. Karena pembangunan harus membuat keadaan lebih baik dari sebelumnya. Harus diupayakan agar manfaat yang timbul dengan membangun proyek jauh lebih besar dibanding resiko lingkungan yang kemungkinan terjadi.</p>
<blockquote><p>Tapi,</p></blockquote>
<blockquote><p>&#8230;penelitian ekologi dan sosial dalam perencanaan bendungan ternyata masih belum lengkap, masih banyak pertimbangan mengenai ekologi yang harus ditelaah dan ditemukan solusinya sebelum kita melakukan sebuah langkah spektakuler : <strong>MERENCANAKAN BENDUNGAN.</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">PERTIMBANGAN SOSIAL</span></strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p><strong>a. </strong><strong>Penderitaan komunitas yang tergusur</strong></p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 164px"><img class=" " src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:3NKOpdKoo08ikM::i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Nias3b.jpg&amp;t=1&amp;h=197&amp;w=257&amp;usg=__vEW5nhSIV9J3I8MWs-lsJQ1xXS8=" alt="" width="154" height="118" /><p class="wp-caption-text">penggusuran</p></div>
<p>Salah satu dampak terbesar dari bendungan adalah <strong>penggusuran </strong>masyarakat dari tempat tinggalnya. Waduk-waduk membanjiri area tempat masyarakat tinggal, ber­cocok tanam, membudidayakan ikan, dan betemak. Terkadang keluarga-keluarga ini sudah menempati area tersebut turun-temurun. Meskipun demikian, pemerintah dan pembangun bendungan memaksa masyarakat untuk meninggalkan rumah dan tanah mereka. Seluruh pedesaan dibanjiri air.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 166px"><img class=" " src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:pG0eV_ooh6vGuM::yogisuprayogisugandi.files.wordpress.com/2008/09/miskin-sungai.jpg&amp;t=1&amp;h=195&amp;w=260&amp;usg=__k1OQMSgjaO4YcFtKagoCIT7I3II=" alt="" width="156" height="117" /><p class="wp-caption-text">di kota...</p></div>
<p>Penggusuran mengakibatkan masyarakat yang sudah miskin menjadi lebih miskin lagi. Mereka bermasalah dalam mencukupi kebutuhan pangan dan pendapatan untuk menghidupi keluarga­nya. Kemungkinan juga mereka tidak lagi dapat bertahan hidup dengan bercocok tanam atau dalam bidang perikanan. Ko­munitas pedesaan kemungkinan dipaksa untuk pindah ke perkotaan dan harus ber­adaptasi dengan cara hidup yang baru. Di perkotaan, mereka kemungkinan dapat menambah permasalahan baru seperti kriminalitas dan obat-obatan terlarang.</p>
<p>Penggusuran menghancurkan berbagai komunitas dan budaya. Pede­saan seringkali terbagi dan terpisah, sehingga masyarakat tidak lagi dapat bertempat tinggal berdekatan dengan teman atau saudaranya. Masyarakat setempat dan suku minoritas seringkali menjadi korban dalam pembangunan bendungan. Tempat khusus budaya dan kuburan dari para nenek moyang bisa dibanjiri. Masyarakat akan kehilangan kontak dengan tanah nenek moyang me­reka.</p>
<p><strong>b. </strong><strong>Permasalahan dengan penempatan ulan</strong><strong>g</strong></p>
<p>Rumah-rumah baru telah diberikan pada beberapa orang yang telah digusur oleh kehadiran bendungan. Hal ini disebut <strong>penempatan ulang. </strong>Masyarakat dapat di­pindahkan ke desa yang sudah ada atau ke desa baru yang sengaja dibangun bagi pen­duduk yang terkena dampak bendungan.</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 258px"><img class="  " src="http://matanews.com/wp-content/uploads/transmigran-590x442.jpg" alt="" width="248" height="186" /><p class="wp-caption-text">pemindahan?</p></div>
<p>Pembangun bendungan seringkali berjanji bahwa kehidupan masyarakat akan lebih baik setelah penempatan ulang ini. Mereka berjanji bahwa masyarakat akan mendapatkan pekerjaan dan rumah-rumah baru yang besar lengkap dengan listrik dan air. Namur, janji- janji tak jua ditepati. Rumah-rumah yang disediakan umumnya kecil dan berkualitas rendah. Masyarakat juga tidak mampu membayar iuran listrik dan air. Sebagian besar kemudian menerima ukuran tanah yang lebih kecil dari sebelumnya.</p>
<p>Masyarakat yang ditempatkan ulang biasanya tidak mampu bertani atau bergerak dalam perikanan atau memelihara hewan ternak seperti yang dilakukan sebelumnya. Ter­kadang pembangun bendungan menganjurkan mereka untuk ber­adaptasi dengan mata pencaharian Baru, seperti peternakan sapi atau menanam tanaman yang kemudi­an dapat dijual ke pasar. Namur, hal ini biasanya tidak berhasil dan masyarakat menemui kesu­litan untuk bertahan hidup, jika dibandingkan keadaan sebelum­nya.</p>
<p><strong>c. </strong><strong>Perbedaan-perbedaan etnis diabaikan</strong></p>
<p>Saat penempatan ulang, desa-desa dipecah dan ribuan orang dengan latar etnis  berbeda dimukimkan kembali bersama tanpa memperhatikan perbedaan-perbedaan ini. Masalah ini menjadi lebih buruk lagi karena pemukim-pemukim baru merasa sangat tersinggung perasaannya oleh penduduk-penduduk asli daerah tersebut. Perselisihan mengenai masalah tanah dan tindakan-tindakan kekerasan menjadi lazim meningkat ketika program pelaksanaan pemukiman kembali dilaksanakan.<strong> </strong></p>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">PERTIMBANGAN EKOLOGI</span></strong></p>
<p><strong>a. </strong><strong>Hilangnya tanah pertanian untuk penggenangan</strong></p>
<p>Jika bendungan beroperasi, maka air waduknya mulai naik menggenangi areal-areal tanah yang luas. Dalam banyak kasus, daerah yang tergenang mengandung ribuan hektar tanah pertanian yang baik</p>
<p><strong>b. </strong><strong>Hilangnya hutan karena penggenangan air</strong></p>
<p>Bendungan juga menyebabkan penggenangan air terhadap ribuan hektar hutan. Perencanaan bendungan seringkali mengabaikan nilai ekologis yang sulit dinyatakan dari pemeliharaan tanah, pengisian kembali air tanah, stabilisasi iklim, pemurnian air dan udara serta perlindungan terhadap kehidupan margasatwa di dalamnya.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 610px"><img src="http://www.india-server.com/news-images/bhakra-dam-to-release-more-water-8301.jpg" alt="" width="600" height="383" /><p class="wp-caption-text">genangan air akibat proyek  bendungan itu...</p></div>
<p><strong>c. </strong><strong>Penurunan kesuburan di bagian hilir</strong></p>
<p>Pembangunan bendungan nantinya akan mencegah endapan air sungai dibawa ke hilir dan laut. Padahal endapan tersebut mengandung bahan-bahan bergizi tinggi untuk tanah.</p>
<p><strong>d. </strong><strong>Hilangnya sedimen dan terjadi erosi di daerah pantai</strong></p>
<p>Masalah ekologi selanjutnya yang disebabkan oleh hilangnya kadar sedimen dari air di hilir bendungan adalah erosi tanah di daerah pantai atau delta.</p>
<p><strong>e. </strong><strong>Peningkatan populasi hama dan penyakit</strong></p>
<p>Pembangunan bendungan besar dapat menimbulkan kondisi-kondisi yang mendatangkan penyakit-penyakit yang tidak hanya berasal dari air, namun penempatan kembali di tempat yang tidak layak dan berbibit penyakit juga akan mengacaukan kehidupan sosial.</p>
<p><strong>f. </strong><strong>Dampak pada perikanan</strong></p>
<p>Bendungan menurunkan tangkapan ikan bermigrasi, karena mencegah mereka mencapai daerah tempat bertelur dan berkembangbiak. Selain itu tanaman pengganggu yang muncul akan manimbulkan kematian bagi ikan, baik secara langsung maupun tidak langsung.</p>
<p><strong>g. </strong><strong>Bahaya keruntuhan bendungan terhadap ekologi dan sosial</strong></p>
<p>Tekanan terhadap bangunan oleh volume air besar yang ditampung  oleh bendungan dapat menimbulkan gempa bumi. Apalagi bila bendungan yang direncanakan berada di daerah yang terdapat aktivitas seismik. Jika gempa bumi itu nantinya meruntuhkan bangunan bendungan yang bersangkutan dan melepaskan volume air besar yang tersimpan dalam waduk, dapat menelan ribuan masyarakat yang tinggal di daerah sekitarnya.</p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter" src="http://1.bp.blogspot.com/_rsiZYitEh1Y/SLOJpODjBOI/AAAAAAAAABw/TD557HzhGF4/s320/Resize+of+Teton_Dam_failure1.jpg" alt="" width="280" height="210" /></p>
<p style="text-align:center;"><img class="alignnone" src="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/04/269_dam-jebol-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" /></p>
<p style="text-align:center;">&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Pertimbangan masalah ekologi dan sosial di atas belum mencakup semuanya. Kerusakan-kerusakan ekologis yang mungkin terjadi dalam perencanaan bendungan sebagai akibat dari salinisasi, penderitaan yang ditimbulkan oleh penyakit, kerusakan yang ditimbulkan pada perikanan dan kehebohan-kehebohan sosial yang disebabkan oleh program pemukiman kembali, seringkali diabaikan dalam mempertimbangkan berdirinya bendungan.</p>
<p>Bahkan, jika masalah-masalah tersebut dapat dipecahkan dengan persoalan yang lebih baik, kita juga harus mengingat bahwa cepat atau lambat bendungan akan terisi penuh endapan dan bahan-bahan pengganggu yang dicegah oleh bendungan untuk hanyut ke hilir. Dan jika hal itu terjadi, maka bendungan akan berhenti beroperasi.</p>
<p>Akhirnya, tanpa waduk, bendungan tidak lebih dari lempengan beton yang tidak berguna, padahal akibat ekologis dan sosial dari pembangunan bendungan  <strong>tidak akan pernah dapat diperbaiki.</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>Regards,</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong>NISA</strong></p>
<p style="text-align:right;"><strong><img class="alignright" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs430.ash1/23813_1380409916182_1409967914_31025238_5129877_n.jpg" alt="" width="323" height="432" /><br />
</strong></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisalaila.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisalaila.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisalaila.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisalaila.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisalaila.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisalaila.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisalaila.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisalaila.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisalaila.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisalaila.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisalaila.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisalaila.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisalaila.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisalaila.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=35&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/perencanaanbendungan1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f362fe2760befbdc8eae91c3dfd1ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisalaila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t1.gstatic.com/images?q=tbn:eHaFmY67z3a9IM::news.cnet.com/i/ne/p/2007/dam_china001_550x516.jpg&#38;t=1&#38;h=218&#38;w=232&#38;usg=__rYSq6ZQYyItXGlZDYe18j6SeiP0=" medium="image" />

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:3NKOpdKoo08ikM::i238.photobucket.com/albums/ff179/ebek21/Nias3b.jpg&#38;t=1&#38;h=197&#38;w=257&#38;usg=__vEW5nhSIV9J3I8MWs-lsJQ1xXS8=" medium="image" />

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:pG0eV_ooh6vGuM::yogisuprayogisugandi.files.wordpress.com/2008/09/miskin-sungai.jpg&#38;t=1&#38;h=195&#38;w=260&#38;usg=__k1OQMSgjaO4YcFtKagoCIT7I3II=" medium="image" />

		<media:content url="http://matanews.com/wp-content/uploads/transmigran-590x442.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://www.india-server.com/news-images/bhakra-dam-to-release-more-water-8301.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://1.bp.blogspot.com/_rsiZYitEh1Y/SLOJpODjBOI/AAAAAAAAABw/TD557HzhGF4/s320/Resize+of+Teton_Dam_failure1.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://stat.ks.kidsklik.com/files/2009/04/269_dam-jebol-300x225.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs430.ash1/23813_1380409916182_1409967914_31025238_5129877_n.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Water Pollution</title>
		<link>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/waterpollution/</link>
		<comments>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/waterpollution/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 07:17:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>nisalaila</dc:creator>
				<category><![CDATA[Water Quality]]></category>
		<category><![CDATA[pollution]]></category>
		<category><![CDATA[quality]]></category>
		<category><![CDATA[water]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nisalaila.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[As we know,water is the most important thing in our life. But now, water in this earth polluted by a lot of pollutant, like sewage, microbiological, marine dumping,industrial waste,etc. So, how about our life next? What kind of water shall we use to drink?What water shall we use to bath? We must think about how [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=5&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>As we know,water is the most important thing in our life. But now, water in this earth polluted by a lot of pollutant, like sewage, microbiological, marine dumping,industrial waste,etc. So, how about our life next? What kind of water shall we use to drink?What water shall we use to bath?</p>
<p>We must think about how to prevent water pollution,what’s the damage, and what’s the sollution.</p>
<p style="text-align:center;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 440px"><img src="http://www.greenpeace.org/raw/image_full/china/en/photosvideos/photos/huatong-water.jpg" alt="" width="430" height="249" /><p class="wp-caption-text">the pollutant (picture from Greenpeace)</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p style="text-align:center;"><span id="more-5"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">TYPES OF WATER POLLUTION</span></strong></p>
<ul>
<li>SURFACE WATER POLLUTION</li>
</ul>
<p>Surface waters are the natural water resources of the Earth. They are found on the exterior of the Earths crust and include:oceans,rivers&amp;lakes.These waters can become polluted in a number of ways and this is called surface water pollution.</p>
<ul>
<li>OXYGEN DEPLETING</li>
</ul>
<p>Microorganisms that live in water feed on biodegradable substances. When too much biodegradable material is added to water, the number of microorganisms increase and use up the available oxygen. This is called oxygen depletion.When oxygen levels in the water are depleted, relatively harmless aerobic microorganisms die and anaerobic microorganisms begin to thrive. Some anaerobic microorganisms are harmful to people, animals and the environment, as they produce harmful toxins such as ammonia and sulfides.</p>
<ul>
<li>GROUNDWATER POLLUTION</li>
</ul>
<p>A lot of the Earths water is found underground in soil or under rock structures called aquifers. Humans often use aquifers as a means to obtain drinking water, and build wells to access it. When this water becomes polluted it is called groundwater pollution. Groundwater pollution is often caused by pesticide contamination from the soil, this can infect our drinking water and cause huge problems.</p>
<ul>
<li>NUTRIENTS</li>
</ul>
<p>Nutrients are essential for plant growth and development. Many nutrients are found in wastewater and fertilisers, and these can cause excess weed and algae growth if large concentrations end up in water. .</p>
<ul>
<li>MICROBIOLOGICAL WATER POLLUTION</li>
</ul>
<p>Microbiological water pollution is usually a natural form of water pollution caused by microorganisms. Many types of microorganisms live in water and cause fish, land animals and humans to become ill. Microorganisms such as:bacteria,viruses&amp;protozoa.</p>
<ul>
<li>SUSPENDED MATTER</li>
</ul>
<p>Some pollutants do not dissolve in water as their molecules are too big to mix between the water molecules. This material is called particulate matter and can often be a cause of water pollution.</p>
<ul>
<li>INDUSTRIAL WASTE</li>
</ul>
<p>Industrial and agricultural work involves the use of many different chemicals that can run-off into water and pollute it.</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="text-decoration:underline;">CAUSES OF WATER POLLUTION</span></strong></p>
<ul>
<li><strong>Sewage and Wastewater</strong></li>
</ul>
<p>Domestic households, industrial and agricultural practices produce wastewater that can cause pollution of many lakes and rivers.</p>
<ul>
<li><strong>Marine Dumping</strong></li>
</ul>
<p>Dumping of litter in the sea can cause huge problems. Litter items such as 6-pack ring packaging can get caught in marine animals and may result in death.</p>
<ul>
<li><strong>Industrial Waste</strong></li>
</ul>
<p>Industry is a huge source of water pollution, it produces pollutants that are extremely harmful to people and the environment.Many industrial facilities use freshwater to carry away waste from the plant and into rivers, lakes and oceans.</p>
<ul>
<li><strong>Nuclear Waste</strong></li>
</ul>
<p>Nuclear waste is produced from industrial, medical and scientific processes that use radioactive material. Nuclear waste can have detrimental effects on marine habitats. Nuclear waste comes from a number of sources: Operations conducted by nuclear power stations produce radioactive waste, Mining and refining of uranium and thorium are also causes of marine nuclear waste. processes.</p>
<ul>
<li><strong>Oil Pollution</strong></li>
</ul>
<p>Oceans are polluted by oil on a daily basis from oil spills, routine shipping, run-offs and dumping.</p>
<ul>
<li><strong>Atmospheric Deposition</strong></li>
</ul>
<p>Atmospheric deposition is the pollution of water caused by air pollution.</p>
<ul>
<li><strong>Global Warming</strong></li>
</ul>
<p>An increase in water temperature can result in the death of many aquatic organisms and disrupt many marine habitats. For example, a rise in water temperatures causes coral bleaching of reefs around the world. This is when the coral expels the micro-organisms of which it is dependent on. This can result in great damage to coral reefs and subsequently, all the marine life that depends on it.</p>
<ul>
<li><strong>Eutrophication</strong></li>
</ul>
<p>Eutrophication is when the environment becomes enriched with nutrients. This can be a problem in marine habitats such as lakes as it can cause algal blooms.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 270px"><img src="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:uQzCkpkg_QsetM::www.play-with-water.ch/d4/experiments/images/img_23.jpg&amp;t=1&amp;h=195&amp;w=260&amp;usg=__RYct1QVleexk0lKAMbSy6jpd8Jc=" alt="" width="260" height="195" /><p class="wp-caption-text">eutrophication</p></div>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;">TREATING WATER POLLUTION</span></strong><strong> </strong></p>
<p><strong><span style="text-decoration:underline;"> </span></strong></p>
<p>1.INDUSTRIAL TREATMENT</p>
<p>Before raw sewage can be safely released back into the environment, it needs to be treated correctly in a water treatment plant. In a water treatment plant, sewage goes through a number of chambers and chemical processes to reduce the amount and toxicity of the waste.</p>
<p>2.DENITRIFICATION</p>
<p>Denitrification is an ecological approach that can be used to prevent the leaching of nitrates in soil, this in turn stops any ground water from being contaminated with nutrients.</p>
<p>3.SEPTIC TANK</p>
<p>Septic tanks treat sewage at the place where it is located, rather than transporting the waste through a treatment plant or sewage system. Septic tanks are usually used to treat sewage from an individual building.</p>
<p>4.OZONE WASTEWATER TREATMENT</p>
<p>Ozone wastewater treatment is a method that is increasing in popularity. An ozone generator is used to break down pollutants in the water source.</p>
<p>So, if you want to help keep our waters clean, there are many things you can do to help. You can prevent water pollution of nearby rivers and lakes as well as groundwater and drinking water by following some simple guidelines in your everyday lives.</p>
<ul>
<li>Conserve      water by turning off the tap when running water is not necessary. This      helps prevent water shortages and reduces the amount of contaminated water      that needs treatment.</li>
<li>Be careful      about what you throw down your sink or toilet. Don’t throw paints, oils or      other forms of litter down the drain.</li>
<li>Use      environmentally household products, such as washing powder, household      cleaning agents and toiletries.</li>
<li>Make sure      that you take great care not to overuse pesticides and fertilisers. This      will prevent runoffs of the material into nearby water sources.</li>
<li>By having      more plants in your garden you are preventing fertiliser, pesticides and      contaminated water from running off into nearby water sources.</li>
<li>Don’t throw      litter into rivers, lakes or oceans. Help clean up any litter you see on      beaches or in rivers and lakes, make sure it is safe to collect the litter      and put it in a nearby dustbin.</li>
</ul>
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">
<p style="text-align:right;">Regards,</p>
<p style="text-align:right;">NISA</p>
<p style="text-align:right;"><img class="alignright" src="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs430.ash1/23813_1380409916182_1409967914_31025238_5129877_n.jpg" alt="" width="323" height="432" /></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/nisalaila.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/nisalaila.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/nisalaila.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/nisalaila.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/nisalaila.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/nisalaila.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/nisalaila.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/nisalaila.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/nisalaila.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/nisalaila.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/nisalaila.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/nisalaila.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/nisalaila.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/nisalaila.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=nisalaila.wordpress.com&amp;blog=12587302&amp;post=5&amp;subd=nisalaila&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://nisalaila.wordpress.com/2010/03/13/waterpollution/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7f362fe2760befbdc8eae91c3dfd1ec1?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">nisalaila</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.greenpeace.org/raw/image_full/china/en/photosvideos/photos/huatong-water.jpg" medium="image" />

		<media:content url="http://t2.gstatic.com/images?q=tbn:uQzCkpkg_QsetM::www.play-with-water.ch/d4/experiments/images/img_23.jpg&#38;t=1&#38;h=195&#38;w=260&#38;usg=__RYct1QVleexk0lKAMbSy6jpd8Jc=" medium="image" />

		<media:content url="http://photos-b.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash1/hs430.ash1/23813_1380409916182_1409967914_31025238_5129877_n.jpg" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
